sislatandu

sislatandu

Sabtu, 21 Mei 2016

Antara Kursus Menjahit dan Praktek Kerja Penjahit




Kursus menjahit baik LPK maupun LKP pada umumnya mengajarkan materi pelatihan menjahit meliputi:
Mengambil ukuran badan
Membuat gambar pola pakaian
Memotong kain bahan pakaian sesuai gambar polanya
Mengolah kain potongan pola seperti menjahit kupnat, memasang kantong, memasang resleting dan lainnya.
Menjahit kain potongan pola yang sudah diolah
Finishing pembuatan pakain sampai jadi siap pakai.

 
Praktek kerja penjahit sebenarnya tidaklah ribet seperti yang diajarkan kursus menjahit, tetapi sudah menggunakan teknik jahitan yang lebih praktis.
Misalnya ketika membuat rok cukup diukur lingkar pinggang dan panjang rok saja. Tidak perlu membuat gambar pola di kertas, hanya sekedar memberi tanda tertentu di kain, dan kain tersebut langsung dipotong. Meski demikian, rok yang dihasilkan bias pas dan mapan di tubuh pemakainya.


Berikut ini video cara membuat rok seragam sekolah versi penjahit, silakan di-play dengan meng-klik gambar berikut.

KLIK GAMBAR ATAS UNTUK MELIHAT VIDEO FACEBOOK

Contoh lain adalah cara membuat blazer tanpa krah, silakan di-play dengan meng-klik gambar berikut.

KLIK GAMBAR ATAS UNTUK MELIHAT VIDEO FACEBOOK

Kiranya pantas direnungkan dan perlu ditindak lanjuti, kenapa masih ada perbedaan antara materi kursus menjahit dengan praktek kerja penjahit?


Senin, 02 Mei 2016

CARA MENJAHIT JAS PRIA LENGKAP

Pada postingan terdahulu di blog-blog LPK Intan Sruweng telah banyak dikupas bagaimana cara membuat jas, mulai dari pengenalan jas, macam-macam jas, cara ambil ukuran badan untuk membuat jas, cara membuat gambar pola jas, baik jas untuk pria kurus, pria sedang maupun pria gemuk. Juga telah dibahas cara memotong kain bahan jas sesuai gambar polanya.

Pada kesempatan ini akan dikupas bagaimana cara menjahit jas, tentu saja akan dimulai dari setelah kain bahan jas itu dipotong-potong. Ada 7 potongan kain bahan jas seperti gambar berikut:



Supaya ada gambaran jelas berikut ini adalah serangkaian video di facebook Lpk Intan Sruweng, yang menguraikan urutan langkah cara menjahit jas selengkapnya dan dapat di-play langsung dari sini, dengan meng-klik tautannya.

Yang pertama dikerjakan adalah menjahit badan jas, dengan merangkai potongan-potongan pola badan jas, silakan di-play video yang berikut:


Selanjutnya adalah membuat krah jas, silakan di-play video yang berikut:


Dilanjutkan membuat lengan jas, silakan di-play video yang berikut:


Dan akhirnya adalah video cara menjahit kain pelapis pada jas, silakan di-play video yang berikut:

KLIK GAMBAR ATAS UNTUK PLAY VIDEO CARA MENJAHIT ROK VERSI PENJAHIT

Bagi yang ingin tanya-tanya atau komentar lain, supaya dapat langsung dijawab dan ditanggapi cepat, silakan ber-komentar di facebook Lpk Intan Sruweng saja.

Bagi yang ingin mengunduh video tersebut disyaratkan terlebih dahulu meng-klik SUKA pada video tersebut, barulah video yang bersangkutan dapat diunduh.

Terimakasih.




Selasa, 16 Februari 2016

Cara Membuat Film-bordir LOGO OSIS dengan WILCOM

Aktifkan program Wilcom Embroidery yang sudah terinstal pada komputer/laptop Anda, dan panggil file LOGO OSIS.JPG yang akan digunakan sebagai penuntun dalam proses pembuatan film bordirnya.

Ukurannya disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku, tinggi 8 cm dan lebar 6,5 cm.
Perhatikan, ada berapa warna pada logo OSIS tersebut? Orange, merah, putih, abu-abu dan hitam, jadi semuanya ada 5 warna. Berarti perlu dibuat 5 layer, masing-masing untuk satu warna benang bordir yang berbeda.

Layer 1 untuk benang warna orange, merupakan dasar dari logo.
Tentukan batasan area yang berwarna orange kemudian diisi dengan stick tusukan bordir yang sesuai, misalnya jenis tatami.

Layer 2 untuk warna merah, tentukan batasan area yang berwarna merah dan diisi dengan stick tusuk bordir yang sesuai dengan bentuk lengkungan.
Layer 3 untuk warna putih, tentukan batasan area yang berwarna putih dan diisi dengan stick tusuk bordir yang sesuai dengan bentuknya.

Demikian selanjutnya dibuat layer 4 untuk warna abu-abu dan layer 5 untuk warna hitam. Caranya relatif sama gampangnya, tentukan batasan areanya, lalu diisi dengan stick tusuk bordir yang serasi.

Perlu dipahami, bahwa file gambar JPG yang dimasukkan program Wilcom hanyalah berguna sebatas membantu dalam menentukan batasan area bordir saja, dan yang dapat menjalankan mesin bordir digital adalah isian stick tusuk bordir yang telah ditentukan.
File gambar JPG berguna untuk printer, azasnya warna kuning plus merah bisa menjadi warna coklat. Sedang film bordir adalah untuk mesin bordir, azasnya benang kuning plus benang merah bukan jadi benang coklat, tapi malah jadi benang mbrundet…he-he-he…

Tulisan OSIS pada logo bukan font standar (bentuk huruf standar), karena itu tidak diolah menggunakan fasilitas lettering (huruf) tetapi tetap menggunakan desain gambar.

Kiranya olah film bordir logo OSIS sudah lengkap ujudnya, tetapi kisah ceritanya belum berakhir sampai disini. Masih ada langkah penting yang perlu dilakukan…

Langkah penting selanjutnya adalah mendefinisikan proses jalannya jarum jahitan pada mesin bordir digital atau mesin jahit berkomputer sebagai berikut:
Layer 1 warna untuk benang orange, gerakan tusukan jarum harus ditentukan titik awal dan titik akhirnya.
Demikian pula untuk layer 2, layer 3, layer 4 dan layer 5, semua harus didefinisikan letak titik awal tusukan jarum dan titik akhir tusukan jarumnya. Tujuannya adalah supaya hasil bordir lebih baik, tidak terjadi loncatan-loncatan yang dapat mengganggu kelancaran dalam proses bordir otomatis menggunakan mesin bordir digital.

Setelah proses jalannya jarum bordir sudah dipastikan, selanjutnya dilakukan tes di layar monitor (operating preview), dan perhatikan adakah loncatan jarum dalam proses bordir yang dilaksanakan.
Setelah yakin proses bordirnya sip dan ok banget, selanjutnya file tersebut disimpan, dengan ekstensi pilihan yang disesuaikan dengan merk dan tipe mesin bordir yang akan digunakan. Jangan kuwatir, program Wilcom Embroidery mengenal semua merk dan tipe mesin bordir digital yang beredar di pasaran.

Bila file film bordir tersebut disimpan pada flashdisk, kemudian flashdisk ditancapkan pada USB mesin bordir digital atau mesin jahit berkomputer yang memiliki port USB, maka proses bordir otomatis sudah siap dijalankan.


Mudahnya membordir pada jaman digital sudah nyata terjadi pada kehidupan nyata di sekeliling kita, sayangnya, kenapa masih sangat langka warga masyarakat yang berminat mengikuti pelatihan bordir Wilcom yang memberikan harapan sangat cerah…

Bayangkan, semua anak sekolah SD, SMP, SMA butuh logo OSIS di baju seragam sekolahnya, berarti kebutuhan bordir logo OSIS sangat banyak, dan selembar kain ukuran sekitar 10 x 10 cm setelah dibordir otomatis dapat dijual sekitar tiga ribu rupiah…

Logo warna-warni juga dapat dibordir menggunakan mesin jahit berkomputer meskipun hanya memiliki satu jarum. Bedanya, pada saat pergantian layer, mesin jahit akan berhenti otomatis untuk diganti warna benangnya, baru dilanjut setelah ditekan tombol continue pada mesin tersebut. Jadi pada proses bordir logo OSIS, yang pertama dipasang benang atas warna orange untuk membordir layer 1, setelah selesai mesin berhenti. Lalu diganti benang merah (atasnya saja), tekan continue maka proses bordir layer 2 dilaksanakan, demikian seterusnya sampai lengkap jadi logo warna-warni.

Ada bisnis bordir digital yang lebih menarik, yaitu membuat label nama siswa yang lazim dipasang pada pakaian seragam sekolah dan pakaian seragam pramuka.

Mesin jahit berkomputer model setara ini sudah banyak beredar di pasaran dengan harga terjangkau, mari lihat-lihat mesin jahit terbaru ke SINGER SEMARANG… ok?


Terimakasih atas perhatian Anda.
Penulis: Iman S Prositadika (penyusun program pelatihan LPK Intan Sruweng).


Sabtu, 23 Januari 2016

Anjung Fashion Malaysia Akui Keunggulan LPK Intan Indonesia

Tanggal 20 Januari 2016, Anjung Fashion Malaysia melawat ke Indonesia mengunjungi LPK Intan Jalan Raya No.70 Sruweng Kebumen. Kunjungan tersebut dilandasi pengamatan atas kegiatan/aktifitas pelatihan menjahit yang telah dilaksanakan dan diunggah melalui saluran Youtube Intansruweng serta diunggah via blog-blog LPK Intan Sruweng. Kunjungannya disambut ramah oleh Pimpinan LPK Intan yang didampingi Kasi Lattas Disnakertransos Kebumen, serta Penyusun Program Pelatihan Menjahit LPK Intan.


Pertemuan antara Anjung Fashion Malaysia dengan LPK Intan Sruweng Indonesia bertujuan untuk saling tukar pengalaman seputar strategi, metoda dan system pelatihan yang lebih efektif dan inovatif, sekaligus bersilaturahmi sebagai wujud kesiapan Lembaga Pelatihan dalam menyambut MEA-2016.
Saling tukar wawasan sesama Lembaga Pelatihan antar Negara diharapkan dapat saling menyerap segi-segi positifnya, sehingga dapat memajukan lembaga pelatihan yang dikelolanya dimasa mendatang.

Pada pertemuan yang kekeluargaan (tidak formal), Ibu Parniyah mengucapkan selamat datang, mengungkapkan rasa sangat bahagia kedatangan team dari Anjung Fashion Malaysia, serta menyampaikan ucapan terimakasih atas kunjungannya ke Indonesia yang khusus hanya menuju ke LPK Intan Sruweng untuk saling tukar dan berbagi pengalaman dalam mengelola lembaga pelatihan.
Sebagai penghormatan kepada team Anjung Fashion Malaysia, kesempatan pertama diberikan kepada tamu-tamu dari Malaysia untuk menyajikan apa saja yang ingin disampaikan kepada LPK Intan Sruweng.

Selanjutnya, dengan khidmat Tuan Mohamad Akir Jokey dari Malaysia menjelaskan tuntas seputar Kod Amalan Pentauliahan Program Kemahiran (KAPPK) serta menjelaskan Panduan Pelaksanaan & Syarat Pentauliahan dari Kementerian Sumber Manusia Malaysia. Sebelum mengakhiri penjelasannya, beliau menyerahkan beberapa buku yang isinya baru saja diuraikan tadi.  Buku-buku tersebut diterima oleh Pimpinan LPK Intan untuk dipelajari, dan nantinya segi-segi positifnya akan dijadikan bahan pelengkap yang dapat lebih menyempurnakan system pelatihan menjahit di LPK Intan masa mendatang.

Kesempatan berikutnya, Puan Rosidah Musa dari Malaysia menjelaskan seputar Sistem Latihan Dual Nasional (SLDN) di Malaysia, Syarat Pentauliahan dan Panduan Pelaksanaan Sistem Persijilan Kemahiran Malaysia melalui Sistem Latihan Dual Nasional (SLDN) serta Panduan Pakar Sistem Dual (DSE) dari Kementerian Sumber Manusia Malaysia. Setelah selesai menjelaskan hal tersebut, buku-buku yang berisi SLDN dan DSE tersebut diserahkan kepada LPK Intan, sebagai tambahan pelengkap wawasan yang mungkin bermanfaat dalam pengelolaan Lembaga Pelatihan pada masa mendatang.

Ibu Parniyah menerima buku-buku dari Tuan Mohamad Akir Jokey dan Puan Rosidah Musa, mengucapkan terimakasih atas pemberian buku-buku tersebut, semoga dapat diambil hikmah manfaatnya, yang dirasa perlu dan selaras dengan kondisi Indonesia akan diterapkan, yang kurang serasi dapat digunakan untuk menambah wawasan baru, minimal jadi tahu system pelatihan di Negara lain.

Memenuhi harapan Anjung Fashion Malaysia, maka LPK Intan juga akan menjelaskan system pelatihan yang digunakan, dan akan dikupas langsung oleh Bapak Iman Sayekti selaku Penyusun Program Pelatihan di LPK Intan.  Sekedar saling tukar kenangan, kepada team dari Malaysia juga akan diberikan buku-buku dan video tutorial menjahit yang selama ini digunakan di LPK Intan Sruweng.
Namun sebelumnya diberikan kehormatan kepada Bapak Drs. Agus Djatmiko, Kasi Lattas Disnakertransos Kabupaten Kebumen selaku Pembina LPK Intan, untuk memberikan pesan dalam pertemuan ini.

Selaku Pembina Lembaga Pelatihan, Bapak Drs. Agus Djatmiko dari Disnakertransos Kabupaten Kebumen menyampaikan pesan-pesan antara lain:
1.  Mendukung adanya pertemuan Lembaga Pelatihan antar Negara, karena sekarang sudah MEA-2016, sehingga perlu saling menukar wawasan dengan rekan-rekan Lembaga Pelatihan dari Negara lain.
2.  Masing-masing perlu saling menjaga kaidah peraturan lembaga pelatihan di Negara masing-masing, agar tidak bertentangan dengan peraturan yang ada, tetapi justru melengkapi dan menyempurnakan kekurangan-kekurangan di Negara masing-masing.
3.  Mengharapkan, semoga pertemuan ini dapat membuahkan hasil yang bermanfaat bagi semua pihak, sehingga dapat lebih meningkatkan kualitas pelatihan yang dikelolanya.

Guna menyegarkan suasana, Ibu Parniyah mengajak para tamu dari Malaysia untuk melihat langsung kegiatan pelatihan menjahit yang sedang dilaksanakan, sekaligus boleh berbincang-bincang dengan para peserta latihan. Ketika dijelaskan mereka adalah peserta latihan menjahit REGULER, tamu dari Malaysia balik bertanya, apa maksud peserta regular itu. Ibu Parniyah menjelaskan, peserta regular adalah warga masyarakat yang ikut latihan dengan swadana, mau membayar biaya pelatihan dengan dana sendiri.
Setelah berbincang-bincang dengan beberapa peserta latihan, team dari Anjung Fashion Malaysia ACUNG JEMPOL dan mengakui keunggulan pelatihan menjahit yang dilaksanakan LPK Intan Sruweng Indonesia…

Giliran terakhir diberikan kepada Bapak Iman Sayekti selaku Penyusun Program Pelatihan Menjahit untuk menjelaskan system pelatihan yang dilaksanakan LPK Intan, yang secara global digambarkan sbb.:

1.  Bahwa Lembaga Pelatihan wajib memiliki mitra industri yang selaras dengan bidang pelatihannya, karena itu pelatihan menjahit LPK Intan memiliki mitra industri dari beberapa perusahaan garment, beberapa usaha konfeksi dan beberapa usaha butik, baik di Semarang, Ungaran, Bandung, Jakarta.

2.  Bahwa system pelatihan menjahit LPK Intan meliputi 4 (empat) langkah tahapan, yaitu tahapan pelatihan ketrampilan, tahapan pelatihan kerja, tahapan uji kemampuan kerja dan tahapan pendampingan paska pelatihan.

3. Pada tahapan PELATIHAN KETERAMPILAN, LPK Intan menerapkan pelatihan berbasis kompetensi yang mengacu pada:
  • Perpres 8/2012, tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)
  • Kepmenaker 8/2014, tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Berbasis Kompetensi
  • Kepdirjenbinalattas 185/Lattas/XII/2013, tentang Pedoman Penyusunan Program Pelatihan Berbasis Kompetensi
  • Kepdirjenbinalattas 181/Lattas/XII/2013, tentang Pedoman Penyusunan Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi.

4.  Pada tahapan PELATIHAN KERJA, LPK Intan memfokuskan materi pelatihannya pada aktifitas kerja yang lazim dilakukan, baik bekerja menjahit di perusahaan garment/konfeksi maupun wira-usaha mandiri membuka usaha jahitan sendiri, dengan materi pelatihan antara lain:
  • Mempraktekkan kerja team (line system) yang lazim dilaksanakan perusahaan industri jahitan, bertujuan memberikan dasar pengertian kepada peserta, bahwa sangat diperlukan kekompakan dan kerjasama antar sesama pekerja dalam proses produksi jahit busana.
  • Pembekalan tanggungjawab kerja, bertujuan memberikan pengertian kepada peserta, bahwa antara upah kerja dan prestasi kerja merupakan hubungan sebab-akibat yang menyatu, tidak dapat dipisahkan, artinya perusahaan baru dapat memberikan standar upah minimum bilamana pekerja juga sudah mampu mewujudkan prestasi kerja minimal yang ditetapkan perusahaan.
  • Pembekalan kewiraswastaan, bertujuan memberikan pengetahuan kepada peserta seputar kalkulasi harga pokok produksi busana, harga pokok penjualan busana dan harga jual busana setelah diperhitungkan labanya. Dengan mengetahui unsur-unsur biaya dalam proses produksi busana dan proses penjualan busana, diharapkan bila nanti setelah lulus pelatihan menjahit akan wirausaha mandiri dibidang jahitan, para lulusan sudah dibekali dasar-dasar kewiraswastaan yang tepat guna.    

5.  Pada tahapan UJI KEMAMPUAN KERJA, LPK Intan mengacu pada kelaziman yang dilakukan oleh perusahaan garment yang berpengalaman dalam menerima calon tenaga operator mesin jahitnya, antara lain:
  • Calon karyawan mampu menjahit krah dengan rapih, mampu memasang krah di lingkar leher dengan rapih, menggunakan mesin jahit dengan kecepatan putar = 2.500 rpm.
  • Calon karyawan mampu menjahit lengan dengan rapih, mampu memasang lengan di lingkar lengan dengan rapih, menggunakan mesin jahit dengan kecepatan putar = 3.000 rpm.
  • Calon karyawan mampu menjahit bagian busana lain yang relative mudah dijahit, menggunakan mesin jahit dengan kecepatan putar = 3.500 rpm.
  • Supaya uji kemampuan kerja lebih obyektif, mesin jahit yang digunakan harus system digital yang dapat menampilkan kecepatan putaran mesin di layar monitornya, atau bila masih menggunakan dynamo biasa perlu dipasang alat pengukur kecepatan putar digital yang sudah banyak dijual.

6. Pada tahapan PENDAMPINGAN PASKA PELATIHAN, LPK Intan wajib memonitor nasib para lulusan pelatihannya, minimal selama satu tahun, baik lulusan yang ditempatkan kerja di perusahaan maupun yang wirausaha mandiri dibidang jahitan. Monitoring dapat dilakukan melalui HP atau email.
Tujuannya adalah, bilamana para lulusan menghadapi kendala, LPK Intan dapat membantu saran untuk dipertimbangkan dalam mengambil langkah yang terbaik bagi dirinya.
Demikian garis besar program pelatihan menjahit yang dilaksanakan LPK Intan Sruweng Kebumen.

Setelah selesai memberikan penjelasan tersebut, team Anjung Fashion Malaysia acung jempol kepada LPK Intan, dan sangat mengharapkan adanya hubungan yang lebih jauh lagi antara Anjung Fashion Malasia dengan LPK Intan Sruweng Indonesia.
Anjung Fashion Malaysia mengharapkan bila nanti sudah ada kesempatan, team dari LPK Intan ditunggu kedatangannya di Malaysia untuk melanjutkan pertemuan ini.

Karena sama-sama asyiknya, tanpa terasa pertemuan yang dimulai jam 10.00 pagi sudah berlangsung sampai jam 16.00 sore. Selanjutnya, team Anjung Fashion Malaysia diantar ke hotel, menginap semalam di Kebumen. Keesokan harinya melanjutkan perjalanan pulang ke Malaysia, dengan membawa tanda-mata kenangan berupa seperangkat Buku Tutorial Menjahit Pakaian Pria Wanita plus 5 keping VCD-nya, Buku Tutorial Menjahit Jas berikut VCD-nya dan Buku Tutorial Menjahit Blazer berikut VCD-nya.
Buku dan Video Tutorial tersebut adalah asli buatan LPK Intan Sruweng Indonesia.

Semoga pertemuan sehari ini dapat membuahkan hikmah dan manfaat yang menguntungkan bagi kedua belah pihak, Amien, amien, amien, ya robbal ‘alamin…


KEGIATAN LPK INTAN SEBELUMNYA...
Dokumentasi Pertemuan Bali : November 2015

PANTAS DIRENUNGKAN DAN PERLU DITINDAK-LANJUTI

Maraknya program pelatihan kepada masyarakat secara gratis yang dibiayai anggaran dari APBN, APBD, PNPM, MP3KI, UMKM dan lain-lain, telah membuat masyarakat semakin kritis dalam menilai tingkat keberhasilan kegiatan pelatihan yang dilaksanakan oleh Lembaga Pelaksana Pelatihan dari program-program tersebut.

Masyarakat sudah tidak lagi menilai keberhasilan kegiatan pelatihan hanya sebatas pada standarisasi program pelatihan dan standar sertifikasinya, tetapi lebih dari itu, penilaian masyarakat sekarang justru lebih difokuskan pada kondisi paska pelatihannya.
Minimal ada 3 (tiga) point yang dijadikan barometer untuk mengukur tingkat keberhasilan sebuah program pelatihan kepada masyarakat secara gratis, yaitu:

  1. Apakah lulusan pelatihan betul-betul dapat diterima bekerja di perusahaan penempatan yang sesuai dengan bidang pelatihannya?
  2. Apakah lulusan pelatihan betul-betul dapat wirausaha mandiri sesuai bidang pelatihannya dan mampu bersaing dengan usaha sejenis di sekitarnya?
  3. Apakah Lembaga Pelaksana Pelatihan betul-betul dapat memberikan data informasi yang akurat dan dapat dipertanggung-jawabkan kebenarannya, tentang keberadaan lulusan pelatihan minimal selama satu tahun sejak tanggal kelulusannya? 
Menyadari kondisi tersebut, maka bila LPK Intan mendapat kepercayaan menjadi salah satu Lembaga Pelaksana Pelatihan kepada masyarakat tentu akan berupaya semaksimal mungkin, untuk dapat mewujudkan ketiga point penilaian masyarakat, karena pada gilirannya, cepat atau lambat masyarakat pasti akan MENG-EVALUASI tingkat keberhasilan program pelatihan tersebut... 


KEGIATAN LPK INTAN SETELAHNYA...

Senin, 25 Januari 2016, jam 14.00 sampai 21.00 WIB.


Kunjungan Kepala Baznas Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah beserta Staf-nya bertujuan untuk bersilaturahmi dengan keluarga LPK Intan, serta ingin saling berbagi wawasan dan pengalaman sehubungan di Kabupaten Seruyan sedang dirintis berdirinya Sentra Menjahit Pakaian.
Kedatangannya disambut ramah oleh keluarga LPK Intan yang juga didampingi Disnakertransos Kabupaten Kebumen selaku Instansi Pembina Lembaga Pelatihan.

Mari kita doakan, semoga Sentra Menjahit Pakaian di Kabupaten Seruyan dapat berjalan, berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat, serta selalu mendapat berkah dan rahmat dari Alloh SWT... Amien.
 

Rabu, 04 November 2015

Penempatan Lulusan Bantuan Program Pelatihan 2015



Lulusan Pelatihan yang memilih wira usaha mendapat pendampingan dari Lembaga Pelatihan LPK Intan, antara lain berupa pemberian order jahitan, penambahan materi cara membuat desain pola busana menggunakan komputer, dan problem solusi kewiraswastaan lain, supaya para lulusan mampu bersaing dengan usaha jahitan yang ada di sekitarnya. Tanpa pendamping kewiraswastaan yang mantap, para lulusan yang baru mulai usaha bisa terkejut dengan ketatnya persaingan usaha sekarang ini... Alkhamdulillah, Kelompok Usaha Mandiri Lulusan LPK Intan sudah berdiri selama 2 tahun (sejak tahun 2013) dan kuat bersaing dengan usaha sejenis disekitarnya.



Peserta latihan dapat membuat kemeja, celana, kebaya dan rok panjang selama pelatihan 100 jam pelatihan, karena setiap peserta sudah memiliki Buku plus 5 (lima) keping VCD tutorial menjahit dari LPK Intan Sruweng.  Pengalaman ini sudah di-uji coba pakai pada pelatihan di desa-desa bekerja sama PNPM sejak tahun 2011 sampai 2015 lebih dari 10 (sepuluh) kelompok pelatihan dengan hasil memuaskan bagi para peserta latihan.

Bila peserta belum memiliki Buku plus 5 (lima) keping VCD tutorial menjahit LPK Intan, maka dalam jangka waktu pelatihan yang hanya 100 jam pelatihan tidak mungkin dapat berhasil membuat 4 potong pakaian jadi, tetapi ditargetkan hanya 2 potong pakaian, yaitu pakaian pria saja (kemeja dan celana panjang) atau pakaian wanita saja (kebaya dan rok panjang).

Maaf, ini sekedar berbagi pengalaman memberi pelatihan menjahit dari desa ke desa lain selama 5 tahun sejak tahun 2011 yang lalu, bekerjasama dengan program PNPM, program Kemnaker dan Program MP3KI, semoga dapat diambil hikmah dan manfaatnya.

Terimakasih.

PELATIHAN BORDIR DIGITAL
Wilcom Embroidery Studio e1.5
LPK INTAN SRUWENG KEBUMEN



Rabu, 28 Oktober 2015

Pelaksanaan Bantuan Program Pelatihan Tahun 2015

Pelaksanaan Bantuan Program Pelatihan Kemnaker Tahun 2015 yang telah dilaksanakan selama 100 jam pelatihan di LPK Intan, peserta berhasil membuat sendiri 5 potong pakaian, yaitu kemeja, rok, kebaya, kerudung dan celana panjang.













Terimakasih.


Minggu, 05 Januari 2014

KURIKULUM KURSUS MENJAHIT TAHUN 2014


KURIKULUM SUDAH TERUJI SELAMA 3 TAHUN DAN TELAH TERBUKTI...


Usaha Konfeksi, Perusahaan Garmen dan Penjahit Ternama
DAPAT MENERIMA TENAGA KERJA LULUSAN LPK INTAN
Silakan di-KLIK tautan yang berikut ini

Dan perusahaan konfeksi/garmen/penjahit lain-lainnya...

TERIMAKASIH ATAS KEPERCAYAAN MASYARAKAT
KEPADA LPK INTAN SRUWENG.